Tuesday, February 14, 2012

Hasil Medical Check Up : Pneumonia

Tanggal 17 Januari 2012 lalu, saya dan teman-teman CPNS Balitbang melakukan medical check up untuk persyaratan administrasi pengangkatan menjadi PNS. Tes yang dilakukan adalah meliputi tes urine, darah, dan rotgen. Sementara untuk konsultasi ke dokter dilakukan kemarin, tanggal 13 Februari 2012. Karena malas bolak balik mengambil hasil tes ke RSCM, saya dan teman-teman memutuskan mengambil hasilnya sekaligus konsultasi ke dokter, yaitu kemarin.

Pertama kita mengambil hasil tes darah dan urine. Alhamdulillah hasil lab saya normal, lain halnya teman-teman yang lain yang kebanyakan terdeteksi asam urat dan menjadi bahan bercanda kami. Lalu kami mengambil hasil rontgen. Ternyata pada bagian ini saya kurang beruntung. Teman-teman lain mendapati kesimpulan hasil rontgen-nya normal, sedangkan saya disimpulkan Pneumonia. Saya kaget dan lemas, lalu saya googling. Dari hasil yang saya peroleh di sini, Penumonia adalah bahasa ilmiah untuk penyait radang paru-paru. Sebabnya bisa bermacam-macam. Namun, salah satu gejala yang sangat jelas adalah 2 bulan terakhir ini saya sering batuk-batuk. Ah! Kenapa saya menyepelekan batuk saya.. :(

Setelah dari ruang rontgen, kami menuju tempat konsultasi dokter umum. Benar saja, saya tidak "lulus" di situ. Teman-teman yang lain sudah selesai menjalani tes, sementara saya dirujuk ke Poliklinik Khusus Paru-paru di lantai 5. Ah ya, ada 1 orang teman saya yang harus berurusan dengan Poli Khusus Paru-paru juga, namun lain kasus. Saya konsultasi panjang lebar dengan dokter spesialis di sana, akhirnya saya harus menjalani serangkaian tes dan pengobatan. Dokter spesialis merujuk saya kembali ke laboratorium di lantai 3 untuk tes Sputum (dahak). Karena saya sulit mengeluarkan Sputum, maka saya harus ke Lantai 4 dulu ke Ruang Prosedur Pulmo untuk diberi uap. Maka saya pun melakukan penguapan, caranya seperti orang merokok, dihirup dari mulut, kemudian dikeluarkan dari hidung. Sampai uap habis, saya belum mau batuk juga. Akhirnya suster menepuk-nepuk pundak saya sampai saya batuk dan yang keluar tetap bukan Sputum yang diharapkan. -___- Karena memang sulit, maka seadanya saja.

Dari lantai 4 saya kembali ke laboratorium untuk menyerahkan sampel Sputum. Saya harus kembali lagi kesini pagi-pagi (tadi pagi) untuk menyerahkan sampel Sputum yang kedua, yang dikeluarkan ketika saya bangun tidur dan belum masuk apa-apa. Selain serangkaian tes tadi, saya dikasih obat yang harus dihabiskan selama 10 hari. Setelah 10 hari, saya harus melakukan tes radiologi lagi (24 Februari 2012), untuk melihat apakah hasilnya ada perbedaan atau tidak dengan hasil rontgen pertama. Kemudian saya harus kontrol lagi ke dokter paru-paru pada tanggal 27 Februari 2012 untuk melihat perkembangannya. Kalau hasilnya sudah baik, saya sembuh. Namun, kalau hasilnya masih kurang baik, harus dideteksi mendalam, sebenarnya apa penyakit saya. Dan biasanya jika seperti itu harus dilakukan pengobatan rutin selama 6 bulan. Hiks.. Semoga saya tidak termasuk. Saya yakin kok saya akan sembuh. Amien ya Rabbal alamin..

Ada sedikit penyesalan di hati saya. Hasil tes awal saya sebetulnya sudah bisa diambil sejak tanggal 18 Januari 2012, orang tua saya selalu menyuruh saya segera mengambilnya. Karena saya merasa yakin hasilnya akan baik dan malas bolak balik, saya bilang diambilnya tanggal 13 Februari saja. Ahh, seandainya saja saya nurut apa kata orang tua saya, mungkin tidak akan begini ceritanya. Mungkin saya akan langsung menjalani pengobatan dan mungkin sekarang saya sudah sembuh. Hmmm, ya sudahlah, sudah terlanjur juga.. Sekarang yang paling penting saya disipin dalam menjalani pengobatan dan cepet sembuh. Teman-teman, doakan saya cepat sembuh ya? :)

5 comments:

  1. i'm sorry to hear that yaa tia..
    semoga Allah cepet ngasi kesembuhan.

    waktu awal taun lalu juga saya syok banget, pas dikasitau sama dokter kalo saya kena TB.
    sebelumnya, dokter yang meriksa cuman ngabarin radang tenggorokan doang,
    pas meriksa ke dokter yg lebih senior, saya disuruh rontgen, cek dahak, cek darah juga.
    dan posotif TB.
    abis dari situ, harus minum obat 7bulaneun, obatnya banyak pulak. -__-
    tapi kalo kita selalu mensyukuri apa yang udah terjadi, dan berusaha ikhlas nerimanya, Insyaallah ga akan berat ko ngejalinannya..

    keep spirit yaa :DD

    ReplyDelete
  2. amin.. makasih ya ayu..
    yu, serius ayu pernah tb?
    awalnya rasanya gimana yu? terus sekarang udah sembuh 100% ya yu?

    ReplyDelete
  3. Ya ampun sabar ya Tiariii..
    Mudah-mudahan kamu cepet sembuh. Hati-hati ya apalagi kamu ngekos di Jakarta. Sering-sering makan yang sehat, olahraga ringan, dan banyak istirahat. INsya Allah pasti sembuh
    :)

    ReplyDelete
  4. alhamdulillah sekarang udah sembuh.
    awalnya ga pernah sadar kalo sakit. mamah yg nyadar kalo sering batuk2. padahal saya mah biasa aja.
    heuheu..
    pas tau, malem2 sempet batuk sampe berdarah. aga sedikit eungap. tapi udahnya mah biasa aja.

    banyak makan intinya maah. hhehe

    ReplyDelete

i'm so glad if you comment this post. But no 'Anonymous' please..
thank's.. :)

Instagram @tiariph